Something between us
Disclaimer by:me
Rated :12
Genre :romance
Warning :boy’s love
Gempa gempita kehidupan malam
tak dapat lepas dari dunianya,dunia kotor yang selama ini sudah menghidupi
dirinya. Suara mengalun berdebam ditelinga terdengar keras dari ruangan
dilantai besmen dan dari lantai satu terdengar riuh oleh para tamu yang sibuk
hilir mudik kesana-kemari. Ada yang hanya sekedar bersantai dicafetaria sampai
ada yang sedang berkencan atau sekedar mengisi
waktu dengan afternoon tea. Hotel
yang merangkap sebagai diskotek ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Terlihat
dari kejauhan ada seorang berpakaian kemeja putih dan berompi hitam berjalan
membawa troli penuh dengan aneka minuman untuk para tamu. Jam dinding sudah
menunjukan pukul lima sore tapi cafetria itu belum juga sepi oleh pengunjung
justru cenderung bertambah banyak,ia berjalan melewati jalanan tempatnya biasa
bertugas dan setiap kali itu pula ia mendengar lagu-lagu bertempo pelan
mengalun keluar dari ruangan VIP itu,ada beberapa ruangan yang jarang diambil
oleh pengunjung ya benar apalagi kalau bukan ruangan V-VIP yang terkenal paling
mahal di hotel ini. Hotel tempatnya bekerja memang memiliki tempat yang
strategis untuk aktivitas yang satu ini,bagaimana tidak tempatnya yang dekat
dengan pusat hiburan dan juga kawasan orang ternama memang menjadi daya jual
tersendiri. Sebenarnya ia sudah bosan dengan pekerjaan yang menurutnya kotor
ini,ia menjual barang yang sangat menjijikan menurutnya untuk para tamu yang
memesan tiap kali itu juga ia rasanya ingin muntah melihatnya. Setiap ada
pasangan yang memasuki kamar biasanya ia disuruh stand-by oleh sang resepsionis “siapa tau ada yang mau memesan
‘alat pengaman’ ” celetuk sang resepsionis padanya. Menjadi office boy ditempat ini gampang-gampang
susah,entah ini memang takdirnya atau bagaimana yang pasti ia tidak bisa lari
untuk saat ini. Ia membutuhkan biaya untuk hidup,bukan hanya itu saja tapi ia
ingin mencari kesibukan tepatnya ia tidak ingin berlama-lama berada dirumah,Ia
merasa tidak nyaman saja karena kesepian itu tidak mengenakan.
Suara tumburan antara bahu
terdengar berdebum dilorong tempatnya berjalan hendak mengantarkan pesanan yang
menjijikan itu. “maaf,maafkan kesalahan saya” ucapnya meminta maaf pada orang
yang berdiri didepannya,pria ini tamu tetap hotel ini tidak boleh ada kesalahan
terjadi padanya bisa-bisa dia akan segera dipecat setelah kejadian ini.”kau ini
! dasar OB ! minggir sana! “ ucap salah seorang yang berjalan mengiringi orang
yang baru saja tertabrak olehnya “ayo cepat minta maaf!”teriak orang berdasi
itu lagi “maaf-maaf maafkan atas keteledoran saya” ucapnya dengan
bersungguh-sungguh “jadi namamu eloise ya?” ucap pria bertubuh tinggi ini
kepadanya seraya menatapi bordir nama ang ada didada kiri office boy ini
“iya,pak” ucap eloise menengadah dan menghentikan pekerjaannya sebentar dalam
membersihkan pecahan kaca gelas yang tadi terjatuh. Pria itu berjas dan berdasi
dengan rapi menatapnya dengan lekat dari pipinya terlihat samar merah karena
terlalu banyak minum “akan ku ganti kerugian gelas pecah itu” ucapnya seraya
pergi menuju tangga basemen dan diikuti oleh anak buah yang tadi memarahinya.
Eloise hanya bisa menatap punggung orang itu menjauh, sejenak kemudian
melanjutkan pekerjaannya.
Tibalah ia pada waktu untuk beristirahat
meskipun hanya berkisar satu jam tapi cukuplah “hei,elo gue denger tadi lo memecahkan gelas import ?” tanya salah
seorang kawannya hanya dijawab dengan anggukan “wah...lo bakalan gak digaji
bulan ini bisa-bisa” celetuk kawannya dengan menyusun rapi table-set ketempatnya semula “jangan ngasal kamu,wan.tadi yang
ngejatuhin gelasnya bukan gue jadi orang itu yang membayar kerugiannya” jawab
eloise merebahkan dirinya,”hmm... pak arnold memang baik” celetuk iwan menyusul
duduk. “jadi arnold ya? Dia pelanggan tetap hotel ini kan?” tanya balik eloise
“yap! Bener! Tapi aneh juga,beliau hanya minum dan tidak pernah memesan lady escort maupun para penari striptis yang berkeliaran disini.” Gumam
iwan. “itu pasti karena pak arnold sangat setia dengan istrinya,wan.pria baik
tuh” jawab eloise dengan memunggungi karibnya “well,seinget gue beliau belum beristri” jawab iwan “oke gue pergi
tugas dulu.lo jangan sampe molor lho.siapa tau ada yang butuh ‘alat pengaman’
lagi”ucap iwan dan pergi menghilang dari balik pintu.”kau hanya belum tau siapa
pak arnold sebenarnya”gumam eloise.
Pertemuan pertama yang telah
mengikat benang tak kasat mata diantara dua orang yang tidak seharusnya
bersama. “lain kali kau harus berhati-hati,jangan menjatuhkan barang mahal
seperti itu lagi ya?” suara pria itu berseir ditelinga kirinya. Pangkuan pria
ini terasa hanga, pelukan tangan kekarnya terasa halus,sentuhan jemarinya
terasa menenangkan dan dada bidang itu selalu bersedia menjadi tempatnya
bersadar. “iya,aku tau.aku hanya terkejut kau muncul dilorong ‘itu’” ucapnya
manja mempererat pelukan tangannya keleher “hei....jangan terlalu kuat,aku bisa
mati kehabisan nafas nanti” pintanya “kau tidak selingkuhkan?” tanya pria ini
terdengar merajuk dipangkuan empunya. “hmm jadi my little bird terbakar cemburu rupanya” goda orang yang ada
dihadapannya. “hm,sedikit.biarkan aku beristirahat,hari ini sangat melelahkan
banyak tamu yang memesan ‘alat pengaman’ itu hari ini” ucapnya dengan
merebahkan semakin dalam kepalanya dalam dekepan sang suami. “sebaiknya kau
berhenti saja bekerja disana” ucap suaminya menyentuh lembut pipi tirus itu
“kau bodoh ya? Bagaimana kalau kita nanti hidup dijalanan karena kau dan aku
tidak bekerja. Pekerjaanmu penuh resiko hingga kau terus memakai nama palsu itu
tiap bertransaksi”ucap pria ini dengan menutup matanya erat “hmm kau benar,tapi
dari bisnis ‘pil setan’ itu kita akan meraup untung yang besar” jawab orang
dihadapannya ini. “bukankah nama arnold terlalu pasaran? Lebih baik kau gunakan
nama yang lain saja”pintanya. “hmm... akan kucari nama yang lebih baik lagi”
jawab pria in dan berusaha berpura-pura berfikir mencari nama yang sesuai untuk
nantinya “bagaimana kalau eliose? Bukankah terdengar lebih terkenal?” ucap pria
ini penggoda “ah! Itukan nama samaranku,kau tidak boleh bertransaksi
menggunakan nama itu !” ucap eliose dengan bersungut-sungut dan bangun dari
posisi merebahkan kepalanya kedada bidang suaminya “ha ha ha kau selalu saja
imut seperti itu,aku jadi gemas kalau kamu terus merajuk seperti itu” ucap pria
ini memeluk tubuh kecil itu dari belakang “aaah... kau ini.aku berbohong..!
siapa yang merajuk hi hi hi”tawanya terkikik dan berlari menjauh “hei... !
kesini kau. Kau ini pemain sandiwara yang handal ya,sama seperti kemarin sore”
ucapnya mengejar “yap! Begitulah” ucapnya tersenyum lebar.
Tentu saja mereka berpura-pura
tidak kenal ketika sama-sama ditempat kerja tetapi menjadi mesra diruangan
apartemen ini. Arnold dan eliose hanyalah nama samaran bagi mereka berdua untuk
mengundi nasip didunia remang-remang ini. Pasangan yang memang tidak
ditaksirkan bersama tetapi mereka tetap bertahan dan merahasiakan dari semuanya
tentang hubungan istimewa mereka.
EmoticonEmoticon