Which one is your ? red or
white rose ?
Disclaimer by : milda
Rated : 13+
Genre : romance
Nasib
percintaan mereka dapat ditentukan oleh sepotong pertanyaan yang dilontarkan
oleh seorang dewi cinta yang sangat mereka kagumi. Sungguh mengenaskan nasib
mereka tak jarang mereka harus mengalami kegagalan dalam mendapatkan cinta sang
pujaan hati dan hal ini wajar terjadi di sekolah mereka. Hampir setiap sore
hari sepulang sekolah ada seorang siswa yang menemui dewi cinta untuk
mengungkapkan perasaan mereka. Kejadian ini harus dialami sang dewi karena
sosoknya yang menjadi pujaan sebagai gambaran kesempurnaan duniawi. “A-arista
,aku mau mengajukan surat ini kepadamu. Maukah kau menerimanya ?” ucap salah
seseorang dihadapannya,pepohonan yang menjadi tempat berteduh mereka tertiup
angin menerbangkan beberapa dedaunnya. Suara halus menggetarkan gendang telinga
orang yang tengah berharap-harap cemas ini dengan meneguk ludahnya kelu,suara
itu seperti berdesir layaknya ular yang tengah merayap. Pertanyaan yang selalu
diajukan oleh dewa cinta yang biasa dipanggil Arista ini membekukan sang calon
penghuni hatinya. Beberapa patah kata terucap dari bibir mungilnya yang selalu
terpoles rapi lipgloss merah muda
mampu menyebabkan tubuh kokoh seorang lelaki seusianya terhuyung. Waktu
berselang dalam kesunyian seakan kata-kata yang diucapkan sang dewi cinta
terhempaskan oleh angin hingga para menikmat show gratis diseberang gerbang tak dapat menangkap apa yang telah
mereka bicarakan barusan. Sosok pembawa surat itu berjalan keluar dengan
tatapan kosong dengan sesekali
langkahnya hampir terjatuh,semua mata penonton show gratis itu terpana sedih sekaligus senang. Mereka sedih karena
mereka tidak dapat mendengar suara sang dewi cinta yang memang jarang
diperdengarkan tetapi mereka senang karena sang dewi cinta tetap menolak sosok
itu. Mereka tetap tidak beranjak dari tempat mereka berdiri tepat dibalik
gerbang dengan mengamati melalui celah-celah terali yang berjarak lebar.
Sosok sang dewi cinta
memalingkan wajahnya dengan perlahan menatap mereka sang penonton show gratis dengan tatapan datar. Mereka
kontan serentak menahan nafas mereka agar tidak terkejut dan lari tetapi sang
dewi cinta justru menyuguhkan senyuman termanis yang pernah mereka lihat.
Semuanya berlarian tunggang langgang ketika keberadaannya diketahui tepat oleh
sang dewi cinta pujaan hati. Mereka berkumpul dan mengerumbungi sang calon
penghuni hati sang dewi cinta yang gagal tanpa ada alasan yang jelas,mereka
akan tetap berebut hati sang dewi cinta dengan berbekal senyuman manis yang
dilemparkan kepada mereka sebagai tanda untuk maju kedapan memperjuangkan hati
sang dewi cinta. “hei ! tadi apa yang dikatakan oleh Arista padamu?” sempot
salah seorang dari penonton show gratis
itu kepada sosok yang baru keluar dari arena pertarungan “hei! Ayo jawab dong”
sosor yang lain “iya ! ayo katakan apa yang sang dewi cinta katakan padamu?”
tanya lelaki berwajah imut itu,perlahan sosok yang telah kalah telak dalam
pertarungan ini membuka mulutnya mengatakan kalimat tidak jelas dengan sangat
perlahan “aku sudah berjanji tidak akan pernah mengatakan apa yang telah Arista
katakan padaku hari ini” ucap sosok itu melenggang pergi. Semua orang terkejut
sekaligus geram dan dengan cepat menggoncang-ngoncang tubuh sosok ini untuk
segera mengatakan apa yangsang dewi cinta katakan padanya. memang tersebar
rumor yang mengatakan setiap kali kau menyatakan cinta kepada sang dewi cinta
maka ia akan balik bertanya kepadamu dengan sebuah kalimat. ‘jadi,kau memilih
mawar merah atau putih?’ kalimat pertanyaan itu selalu mengitari kepala sosok
kalah ini seraya menerawang jauh keatas awan ‘a-aku memilih mawar merah’ begitu
jawabnya kepada sang dewi cinta,kemudian gadis itu tersenyum dan menyatakan dia
tidak bisa menerima surat cinta yang telah ia tulis secara sempurna sepanjang
malam kemarin. Sosok kalah perang ini kembali menerawang keatas untuk tetap
mencari apa yang menyebabkan ia gagal dalam memiliki hati sang dewi cinta
Arista. Tetapi gadis itu tidak mau memberitahu alasannya dan memintanya untuk
merahasiakan pertanyaan ini,ia tidak bisa merasakan aura kehangatan ketika berada
dekat dengan sang dewi cinta yang ia rasakan justru rasa dingin yang mencekam
ketika bibir itu mengucapkan permintaan kepadanya. Sosok ini hanya bisa
menghela nafas dan menyandarkan kepalanya kedinding bercat crem itu seraya berpikir seandainya ia meilih mawar putih pasti
akan berbeda a akhir cerita cintanya dengan sang dewi cinta Arista.
EmoticonEmoticon